11/13/13

“THE DEMAND FOR INTERNATIONAL REGIMES”




Dalam mata kuliah Organisasi dan Admisitrasi Internasional dikenal sebuah Rezim Internasional dimana Rezim ini berasal dari sudut pandang teori realis. Rezim internasional adalah suatu ilmu tentang bagaimana kita atau suatu negara dapat menjalin kerjasama dan kooperatif dengan negara-negara lain di dunia ini. Selain itu rezim internasional juga memberikan solusi terhadap negara-negara yang selalu menyelesaikan masalah dengan perang, melalui rezim ini suatu perang dapat di minimalisir dengan cara melakukan hubungan kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi masing-masing negara. 

Keohane (2005) mengemukakan Teori stabilitas hegemoni dimana konsentrasi power terhadap satu negara dominan yang memfasilitasi perkembangan suatu rezim agar menjadi kuat dan adanya fragmentasi kekuasaan yang dikaitkan dengan kejatuhan sebuah rezim. Hadirnya negara hegemon dalam suatu rezim internasional dirasa sangat penting karena selain dapat mengontrol perilaku negara-negara anggota rezim, negara hegemon juga dapat berperan sebaga supplier dalam rezim internasional. Kemudian keohane mengemukakan beberapa teori dalam “the demand for International Regimes”.

teori yang pertama adalah systemic constraint-choice analysis : virtues and limitation, dalam teori ini lebih condong kepada ilmu ekonomi karena menjelaskan tentang outcome tidak berasal dari aktor atau negara yang melakukan kerjasama melainkan berasal dari atribut dan dari sistem yang ada dalam negara tersebut, namun perubahan karakteristik dari sistem internasional akan turut mengubah opportunity cost para aktor dari berbagai macam aksi, yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan perilaku aktor-aktor yang terlibat didalamnya (Keohane, 1982).

Selanjutnya yang kedua adalah the context and functions of international regimes, teori kedua ini lebih menekankan bahwa dengan pembuatan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan antar anggota dalam sistem akan lebih efektif untuk mengurangi keadaan anarki yang akan berakhir pada perang.

Teori yang ketiga elements of a theory of the demand for international regimes, adalah elemen dasar dari teori permintaan rezim internasional yang mengaitkan tentang kegagalan pasar dapat menghambat terbentuknya suatu perjanjian dalam rezim internasional.

            Dari beberapa penjelasan tentang rezim internasional dari Robert O. Keohane, dapat ditarik kesimpulan bahwa rezim internasional adalah sebuah alat peredam terjadinya perang antar negara di dunia. Selain itu rezim juga sebagai fasilitator untuk mengadakan kerjasama dan kooperasi dengan seluruh negara didunia yang diwujudkan dengan perjanjian-perjanjian yang menguntungkan bagi negara-negara yang berada dalam payung rezim ini. Sehingga rezim dipercaya sebagai alat yang ampuh penepis perang antar negara-negara dan salah satu solusi untuk perdamaian dunia. Selain itu dalam menghadapi ketidakpastian politik internasional yang sering tidak terduga yang akan dihadapi oleh seluruh negara didunia, rezim berfungsi sebagai obat paracetamol yang dapat mengurangi suhu dalam dunia internasional yang memanas. Namun, disisi lain rezim juga memunculkan sebuah ketidakpastian bagi seluruh negara anggota mengenai komitmen negara-negara anggota dalam rezim itu. (keohane, 1982)

No comments:

Post a Comment