11/11/13

THE AFRICAN UNION AND SECURITY


Kliping Analisis Berita Regionalisme
Studi Kawasan African Union



Kemampuan tentara AU khususnya dalam misi penjaga perdamaian , AU selalu menghadapi tantangan khususnya diwilayah Afrika sendiri. Banyak konflik terjadi di wilayah African Union  yang banyak ditimbulkan oleh teror-teror yang mengaku militan islam dengan nama Al-shabaab [1]. Sejak berdiri tahun 2002 sebagai pengganti dari OAU (Organization of African Union) mengingat OAU tidak mampu mengatasi konflik bersenjata pasca perang dingin serta gagalnya menjaga perdamaian dan mencegah kejahatan genosida di afrika, AU melakukan upaya yang lebih keras dengan bekerjasama dengan PBB dan Uni Eropa dalam operasi pemeliharaan perdamaian, dewan keamanan AU menyoroti Bab VIII Piagam PBB ( khususnya Pasal 52 ) , yang mendorong organisasi regional untuk bekerja sama dengan PBB dan mengakui peran unggul dari Dewan Keamanan PBB dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional [2].
Jika ditinjau hingga sekarang, selama 11 tahun AU berdiri kekuatan militer yang dimilikinya banyak menghadapi tantangan. Berbagai kerjasama yang pernah dilakukan antara AU – PBB hingga diimplementasikan dengan AMISOM dan UNAMID[3] belum dapat mendongkrak kapabilitas militer AU. Mengingat bahwa negara anggota AU yang berjumlah 53  memang sangat perlu kordinasi khusus dalam bidang militer, selain itu sumber daya manusia, keuangan dan logistik antara negara-negara AU sendiri juga kurang memadai sehingga melemahkan kemampuannya untuk melakukan berbagai operasi militer. Konflik senjata yang terjadi di Somalia, Libya, dan krisis di Mali adalah beberapa contoh tentara-tentara AU diterjunkan, namun gejolak pendapat antara negara anggota dengan dewan keamanan membuat kekuatan militer AU melemah. Inilah yang menyebabkan mengapa militer AU selalu mengalami kendala di intern Afrika.
Seperti kasus pemboman yang terjadi pada salah satu toko teh di Beledweyne, Somalia dimana pelaku utamanya adalah militan al-shabaab hingga menewaskan 16 orang dan terluka 30 orang termasuk tentara AU yang sedang bertugas di Somalia. Al-shabaab secara terang-terangan mengakui bahwa merekalah pelaku pemboman ini, bom ini mereka tujukan pada tentara Ethiopia dan Djibouti di Beledweyne[4].
            Jika negara-negara Afrika dapat berkomitmen pada  institusi tertinggi yaitu African Union, keamanan di negara-negara afrika akan lebih terjamin. Konflik dibeberapa negara Afrika termasuk serangan dari militan jihad Al-shabaab terjadi karena negara-negara di benua afrika belum memiliki kesadaran untuk melakukan cooperation dan menyerahkan kekuasaan mereka pada institusi yang lebih tinggi, tidak lain adalah African Union (AU). Sebagai institusi beranggotakan 53 negara di afrika fungsi dan peran AU kurang dioptimalkan. AU memiliki peran yang lebih tinggi luas dari negara, sehingga dengan adanya AU dapat membuat benua afrika menjalin kerjasama lebih luas baik secara intern maupun secara ekstern. Dengan membangun kemitraan inilah terutama dalam bidang keamanan dan perdamaian negara di benua afrika dapat mengurangi konflik antar negara dan juga memerangi para tentara jihad militan dengan mengatas namakan islam.
            Organisasi regional ini akan akan melakukan kebijakan-kebijakan serta tindakan yang terstruktur dalam sistem global untuk mengatur negara-negara anggota yang ada dalam satu region Afrika sehingga dapat tercipta stabilitas negara. salah satu keberhasilan AU dalam tujuannya untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di benua afrika adalah bekerjasama dengan PBB, hal ini jelas bahwa PBB dan Uni Afrika perlu bekerja sama erat dan lebih terfokus pada bidang-bidang tertentu seprti politik, sipil, dan militer agar dapat memberikan keamanan di Afrika.
            Dengan terintegrasinya seluruh negara-negara di afrika, militer AU dapat memperoleh standarisasi pelatihan pasukan untuk keamanan dan perdamaian dari PBB. Hal ini akan mengurangi konflik di benua afrika dan membuat para militan jera untuk melakukan teror. Dengan begitu bukan hanya di benua afrika militer AU melakukan tugasnya, namun dapat mewakili PBB sebagai pasukan PBB dalam menciptakan keamanan dan perdamaian di dunia.
            Negara-negara anggota harus memiliki inisiatif dan saling merangkul untuk melakukan kerjasama multilateral antar negara sehingga dapat terwujud African Eunion sebagai pencipta keamanan dan perdamaian. African Union yang bukan hanya untuk benua Afrika tetapi juga dapat berkontribusi untuk PBB. Dan pada akhirnya terciptalah kerjasama ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lain sebagainya seperti organisasi regional Uni Eropa.

[1] Africa, African union news http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-24595012 ,diakses pada tanggal 21 oktober 2013
[2] Council on Foreign Relation, African union Security http://www.cfr.org/africa-sub-saharan/african-union-security/p31142 , diakses pada tanggal 21 oktober 2013
[3] AMISOM, African Union Mission in Somalia. UNAMID, African Union-United NationsMission in Dafur
[4] Africa, African union news http://www.bbc.co.uk/news/world-africa-24595012 ,diakses pada tanggal 21 oktober 2013

[5]Council on Foreign Relation, http://www.cfr.org/regional-security/african-unions-conflict-management-capabilities/p26044?cid=ppc-Google-african_union_paper&gclid=CJjdh_6oqLoCFQQ44god_2sAjA diakses pada tanggal 21 oktober 2013

No comments:

Post a Comment