Serikat buruh di Swiss juga didominasi
oleh para pekerja asing yang berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa. Hal
ini dikarenakan Swiss dan Uni Eropa pernah membuat perjanjian bilateral “Free movement person”. kurang lebih
seperempat tenaga kerja yang ada di Swiss terdiri dari pekerja asing. Swiss
tidak akan mampu mempertahankan
kemampuan pereekonomian mereka tanpa pekerja asing. Kerja tenaga kerja
asing tidak hanya memberikan manfaat, namun juga memiliki perusahaan-perusahaan di Swiss.
Karena berlatar belakang sosial yang beragam dan tingginya pertumbuhan ekonomi,
Swiss mulai mengintegrasikan penduduk asing dan penduduk lokal dengan budaya dan bahasa.
Peran serikat buruh di Swiss yang
sebagian dari keanggotaannya berasal dari pekerja asing setidaknya mendukung
jika Swiss beraliansi dengan Uni Eropa. Karena nantinya jika Swiss bergabung
dengan UE akan menguntungkan bagi para pekerja asing yang juga memiliki
perusahaan di Swiss. Dengan bergabungnya Swiss dengan UE maka perusahaan asing
dapat dengan mudah mengendalikan perekonomian Swiss melalui Uni Eropa. Swiss
juga belum bisa menerapkan kebijakan untuk membatasi pekerja asing terutama
dari negara-negara UE karena perusahaan-perusahaan milik asing tersebut memberi
keuntungan bagi Swiss.
Hingga saat ini, negara Swiss mengalami
dilema dalam pengambilan keputusan tentang kebijakan pembatasan tenaga kerja
asing. Di satu sisi para pekerja asing terutama yang memiliki perusahaan MNC
memberikan keuntungan bagi negara Swiss dengan keberadaan mereka, namun di sisi
lain rakyat tidak menghendaki untuk bergabung dengan Uni Eropa.
No comments:
Post a Comment