11/10/13

Peran Serikat Buruh di Negara Swiss Terhadap "Foreign Policy" di Negara Swiss


Serikat buruh di Swiss juga didominasi oleh para pekerja asing yang berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa. Hal ini dikarenakan Swiss dan Uni Eropa pernah membuat perjanjian bilateral “Free movement person”. kurang lebih seperempat tenaga kerja yang ada di Swiss terdiri dari pekerja asing. Swiss tidak akan mampu mempertahankan  kemampuan pereekonomian mereka tanpa pekerja asing. Kerja tenaga kerja asing tidak hanya memberikan manfaat, namun  juga memiliki perusahaan-perusahaan di Swiss. Karena berlatar belakang sosial yang beragam dan tingginya pertumbuhan ekonomi, Swiss mulai mengintegrasikan penduduk asing dan penduduk lokal dengan budaya  dan bahasa.
Peran serikat buruh di Swiss yang sebagian dari keanggotaannya berasal dari pekerja asing setidaknya mendukung jika Swiss beraliansi dengan Uni Eropa. Karena nantinya jika Swiss bergabung dengan UE akan menguntungkan bagi para pekerja asing yang juga memiliki perusahaan di Swiss. Dengan bergabungnya Swiss dengan UE maka perusahaan asing dapat dengan mudah mengendalikan perekonomian Swiss melalui Uni Eropa. Swiss juga belum bisa menerapkan kebijakan untuk membatasi pekerja asing terutama dari negara-negara UE karena perusahaan-perusahaan milik asing tersebut memberi keuntungan bagi Swiss.
Hingga saat ini, negara Swiss mengalami dilema dalam pengambilan keputusan tentang kebijakan pembatasan tenaga kerja asing. Di satu sisi para pekerja asing terutama yang memiliki perusahaan MNC memberikan keuntungan bagi negara Swiss dengan keberadaan mereka, namun di sisi lain rakyat tidak menghendaki untuk bergabung dengan Uni Eropa.

No comments:

Post a Comment